Tafsir

Atsar.id
Atsar.id oleh Atsar ID

waspadalah, diantara anak-anakmu ada yg menjadi musuhmu !

WASPADALAH....DI ANTARA ANAK-ANAKMU ADA YANG MENJADI MUSUH BAGIMU!! Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :  .{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (14)} [التغابن: 14] “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isteri dan anak-anak kalian ada yang menjadi MUSUH BAGI KALIAN , maka WASPADAILAH MEREKA!!; dan jika kalian mema’afkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (at-Taghabun : 14) Asy-Syaikh  ‘Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah berkata,  “Ini merupakan PERINGATAN dari Allah terhadap kaum mukminin, agar JANGAN SAMPAI TERLENA DENGAN ISTERI-ISTERI DAN ANAK-ANAK. Karena sebagian mereka bisa menjadi MUSUH kalian. Musuh adalah pihak yang menginginkan kejelekan atas dirimu. Tugasmu adalah WASPADA dari pihak yang demikian kondisinya. Sementara jiwa itu terbentuk di atas perasaan cinta kepada isteri dan anak-anak. Maka Allah menasehati hamba-hamba-Nya, bahwa kecintan tersebut membuat mereka selalu mengikuti semua kemauan/tuntutan isteri dan anak-anak walaupun padanya terdapat pelanggaran-pelangaran syar’i. Allah memberikan semangat kepada hamba-hamba-Nya untuk senantiasa melaksanakan perintah-perintah-Nya dan mengedepankan keridhaan-Nya, karena apa yang ada di sisi-Nya berupa pahala besar dan cita-cita yang tinggi serta kecintaan yang sangat mahal. Allah juga mendorong hamba-hamba-Nya lebih mengedepankan akhirat daripada dunia yang fana dan akan sirna ini. Tatkala larangan dari menuruti isteri dan anak-anak dalam hal-hal yang memberikan madharat kepada seorang hamba serta peringatan darinya, mungkin dipahami sebagai perintah untuk bersikap keras terhadap mereka dan memberikan hukuman kepada mereka, maka Allah memerintahkan untuk : mewaspadai mereka, tidak memarahi, dan memaafkan mereka   Karena pada sikap tersebut terdapat banyak kemashlahatan yang tak terhitung.”[ lihat Tafsir as-Sa’di] Majmu'ah Manhajul Anbiya Channel Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
9 tahun yang lalu
baca 2 menit
Atsar.id
Atsar.id oleh Atsar ID

bertaqwa dengan sebenar-benarnya

SEBENAR-BENARNYA TAQWA DAN KOKOH DIATASNYA SERTA ISTIQOMAH HINGGA KEMATIAN ☀️ Allah ta'ala berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ . “Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepadaNya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali imron: 102) 🌈 Asy Syaikh 'Abdurrahman As Sa'diy rahimahullah berkata : “Ini (ayat di atas) merupakan perintah Allah untuk para hamba-Nya yang beriman agar bertaqwa kepada-Nya dengan sebenar-benarnya taqwa dan kokoh diatasnya serta istiqomah hingga kematian. Barangsiapa bersungguh-sungguh terhadap sesuatu, maka ia akan menginggal di atas sesuatu itu. Maka barang siapa yang keadaannya, hidupnya dan keberadaannya terus menerus di atas taqwa kepada Rabbnya dan ketaatan kepada-Nya, kematian akan menimpanya di saat seperti itu. Allah ta’ala akan mengokohkan taqwa ketika kematiannya dan memberinya kematian khusnul khatimah. Taqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa sebagaimana perkataan Ibnu Mas’ud: yaitu menta’ati dan tidak bermaksiat, mengingat dan tidak melupakan, dan bersyukur dan tidak mengkufuri. Ayat ini menunjukkan penjelasan hak Allah ta’ala yaitu ketaqwaan hamba. Adapun kewajiban hamba terhadap taqwa ini, maka sebagaimana firman Allah ta'ala : فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ "Bertaqwalah kepada Allah semampu kalian" Dan penjelasan tentang taqwa itu di dalam hati dan diaplikasikan anggota badan sangat banyak. Semuanya (menjelaskan) taqwa itu adalah mengerjakan perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya”. 📖 Tafsir As Sa'diy hal. 142 ------------------- قال اللّٰه تعالى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ( آل عمران : ١٠٢) قال الشيخ عبد الرحمن السعدي رحمه الله : هذا أمر من الله لعباده المؤمنين أن يتقوه حق تقواه، وأن يستمروا على ذلك ويثبتوا عليه ويستقيموا إلى الممات، فإن من عاش على شيء مات عليه، فمن كان في حال صحته ونشاطه وإمكانه مداوما لتقوى ربه وطاعته، منيبا إليه على الدوام، ثبته الله عند موته ورزقه حسن الخاتمة، وتقوى الله حق تقواه كما قال ابن مسعود: وهو أن يُطاع فلا يُعصى، ويُذكر فلا ينسى، ويشكر فلا يكفر، وهذه الآية بيان لما يستحقه تعالى من التقوى، وأما ما يجب على العبد منها، فكما قال تعالى: فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وتفاصيل التقوى المتعلقة بالقلب والجوارح كثيرة جدا، يجمعها فعل ما أمر الله به وترك كل ما نهى الله عنه. تفسير السعدي ص ١٤٢ 🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻🔻 ✍ Syabab Ashhaabus Sunnah 🚀 Channel Telegram http://bit.ly/ashhabussunnah 🖥 www.ittibaus-sunnah.net ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
9 tahun yang lalu
baca 3 menit